+62 81 228 25 8889 insiera.indonesia@gmail.com
Hugo Chávez dan Kebangkitan Populisme-Kiri Amerika Latin: Venezuela Era Hugo Chávez (1998-2006)

Hugo Chávez dan Kebangkitan Populisme-Kiri Amerika Latin: Venezuela Era Hugo Chávez (1998-2006)

Penulis: Daniel Hutagalung MA, mahasiswa PhD Filsafat UI Depok dan meraih Master di Universitas Birmingham Inggris, peneliti the Centre for Terrorism and Social Conflict Studies Universitas Indonesia Editor: Herdi Sahrasad   Selasa 5 Maret 2013, Hugo Rafael Chávez Frías, Presiden Republik Bolivarian Venezuela, meninggal dunia di rumah sakit militer di Caracas, Venezuela, akibat penyakit kanker. Hugo Chávez muncul sebagai tokoh kontroversial yang memukau. Dicintai rakyat miskin Venezuela, sekaligus dimusuhi oleh banyak kalangan elit kaya, kaum berada dan jenderal-jenderal militer yang disokong pemerintah Amerika Serikat (AS). Chávez membangun politik luar negeri yang sangat anti AS. Permusuhan kepada pemerintah AS ia pertunjukkan bukan hanya dalam pidato-pidato di televisi, wawancara di media massa, melainkan juga dalam kesempatan resmi, seperti misalnya pada pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam Sidang Umum PBB tahun 2006, Chávez menyebut pemerintah AS sebagai setan atau “devil”. Secara gamblang dan terang-terangan, Chávez mengungkapkannya dalam frasa berikut: The devil came here yesterday. Yesterday, the Devil was here in this very place. This rostrum still smells like sulfur. Yesterday, ladies and gentlemen, from this podium, the President of the United States, whom I refer to as the Devil, came here talking as if he owned the world. It would take a psychiatrist to analyze the speech he delivered yesterday. As the spokesperson for imperialism, he came to give us his recipes for maintaining the current scheme of domination, exploitation dan pillage over the peoples of the world.[1] Hugo Chávez menjadi ikon penting bukan saja bagi Venezuela, melainkan juga bagi seluruh benua Amerika Selatan. Ia juga menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi AS dan sistem kapitalisme, bagi banyak negara dan kelompok-kelompok...