+62 81 228 25 8889 insiera.indonesia@gmail.com
ISIS, Makkah, dan Madinah

ISIS, Makkah, dan Madinah

Penulis: Ibnu Burdah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) Editor: Koran Jawapos    MAKKAH dan Madinah sudah cukup lama menjadi target teror ISIS (Negara Islam di Iraq dan Syria). Melalui situs resminya, Dabiq dan A’maq, negara teror itu sudah lama mengancam meruntuhkan Kakbah, tempat paling suci bagi umat Islam sedunia. Dulu ancaman tersebut dipandang sebagai isapan jempol belaka. Tak banyak yang hirau. Sebab, kelompok itu memang berupaya menghancurkan semua: manusia dan peradaban. Dulu kawasan timur Saudi, khususnya masjid-masjid Syiah, yang terus jadi sasaran teror. Senin pekan lalu (4/7) misalnya, yang terjadi di Qatif, bagian timur Saudi. Tapi, sekitar setahun belakangan, target ancaman ISIS meluas. Hijaz, wilayah tengah Saudi bagian barat, juga diincar. Hijaz adalah nama tradisional daerah yang sudah cukup maju sejak sebelum Islam dengan moda produksi perdagangan. Daerah tersebut secara tipologi berbeda dengan kebanyakan wilayah Saudi lainnya. Hijaz saat ini meliputi kawasan Makkah, Madinah, Ta’if, dan sekitarnya. Sebelumnya beberapa aksi teror telah digencarkan sel-sel ISIS di Hijaz. Tapi masih di luar Kota Suci Makkah dan Madinah. Atau persisnya di Ta’if. Dari penangkapan terhadap perencana bom Ta’if itulah, diduga ada sel-sel ISIS yang sedang menjalankan skenario gila untuk meledakkan Kakbah. Kendati ancaman tersebut sudah lama jadi konsumsi media Timur Tengah. Dan Senin pekan lalu, aksi bom bunuh diri benar-benar menyasar kota suci, tepatnya di dekat Masjid Nabawi, Madinah. Meski membawa korban empat aparat keamanan, harus dikatakan ”beruntung” bom itu meledak di tempat parkir mobil yang lokasinya cukup terpisah dari kerumunan massa. Sebab, rencana aksi tersebut sepertinya akan menyasar kerumunan jamaah atau bahkan makam Rasulullah di Masjid Nabawi. Namun, sebelum terlaksana, aksi itu sudah dicurigai petugas keamanan sehingga bom diledakkan di tempat parkir. Sulit...