+62 81 228 25 8889 insiera.indonesia@gmail.com

Islamic Principles Versus Islamic State in Indonesia

A critical component of Indonesia’s democratic future involves recognition of the special role of Islam in the state. Because most Indonesian Muslims want their government to respect Islamic customs even if they do not support the creation of an Islamic state, the line between support for and opposition to Islamic law is often blurred.

Artikel selengkapnya

Perkenalan Insiera kepada Presiden Muslim Austria

Pada kesempatan lawatan ke markas Jam’iyyah Islamiyyah di Vienna Austria, anggota Insiera, Ibnu Burdah, Ph.D., diterima oleh Presiden Muslim Austria. Ibnu Burdah membicarakan mengenai nasib minoritas Muslim di tengah meningkatnya sentimen Islamophobia, perihal lembaga-lembaga pendidikan Muslim, serta memperkenalkan eksistensi Insiera sebagai perkumpulan para akademisi Hubungan Internasional Muslim di Indonesia. Turut pula diberikan buku mengenai Tajwid karangan Ibnu Burdah, Ph.D sebagai cindera mata kepada beliau.

 ARTIKEL

“Hugo Chaves dan Kebangkitan Populisme-Kiri Amerika Latin

Hugo Chávez menjadi ikon penting bukan saja bagi Venezuela, melainkan juga bagi seluruh benua Amerika Selatan. Ia juga menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi AS dan sistem kapitalisme, bagi banyak negara dan kelompok-kelompok perlawanan di seluruh belahan dunia. Namanya menjadi kontroversi, dipuja sekaligus dibenci. Banyak juga yang menilai Chávez merupakan penyeimbang baru kutub politik dunia setelah runtuhnya Uni Soviet.

OPINI

Haji dan Hubungan Internasinoal

Berkumpulnya beragam suku bangsa adalah fenomena khusus yang hanya terdapat dalam Islam. Tidak ada satu momen di dunia ini yang mampu mengumpulkan jutaan manusia berbeda suku bangsa dan negara dalam satu waktu tertentu. Inilah bentuk hubungan internasional paripurna yang mengedepankan perbedaan dalam kerangka persatuan dan perdamaian dunia.

PUBLIKASI

Jisiera Vol 2 (2017): Jisiera Volume 2, Agustus, 2017

BERITA TERKINI

Anggota Insiera berpose bersama perwakilan IIIT di depan gedung utama UNIDA

Menuju MoU Insiera dengan IIIT Amerika Serikat


Tentang Insiera

The Indonesian Islamic Studies and International Relations Association (Insiera) adalah asosiasi inklusif berbasis keanggotaan individual yang menghubungkan para akademisi, praktisi dan peminat studi keislaman dan hubungan internasional di Indonesia.

Dengan menjadi anggota Insiera, saya berniat untuk berdakwah serta mengabdi dalam proyek Islamisasi atau Integrasi Studi Islam dengan Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia. Semoga kebersamaan bersama rekan-rekan Insiera akan mempersolid barisan dakwah akademik di seluruh kampus di Indonesia serta dapat mengambil bagian dalam pengembangan kajian dan pemikiran politik Islam di kancah dunia.

Dr. Ahmad Sahide

Staf Edukatif Prodi Magister Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Motivasi saya menjadi anggota Insiera selain untuk berdakwah melalui bidang studi yang saya tekuni, juga keinginan untuk menggali akar kajian hubungan internasional dalam peradaban Islam serta mengembangkannya menjadi sebuah disiplin ilmu yang benar-benar memberi kontribusi besar bagi peradaban manusia.

Bergabung bersama Insiera merupakan media bersilaturahim untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kebenaran, Insyaa Allah. Selain itu saya juga berharap semoga kami para akademisi yang berada di wilayah Indonesia Timur dapat dirangkul untuk bersama-sama memajukan keilmuan Islam.

Syaiful Anam, S.IP., M.Sc., MIS.

Staf Edukatif Prodi Hubungan Internasional, Universitas Mataram

Sejak di bangku sarjana, saya telah memiliki minat besar terhadap kajian Islam dan Hubungan Internasional. Hal ini setidaknya disebabkan empat faktor. Pertama, beranjak dari pertanyaan mengapa (kekuasaan) Islam bisa takluk dan hanya menjadi unit marjinal dalam sistem internasional?; Kedua, berseminya wacana benturan peradaban yang dikemukakan Samuel Huntington dengan menjadikan Islam sebagai ancaman peradaban Barat; Ketiga, di dalam tataran disiplin Hubungan Internasional, Islam senantiasa menjadi objek atas hegemoni paradigma Barat. Hal inilah yang membuat Islam tidak memiliki bargain ketika disudutkan dalam berbagai macam isu, seperti terorisme dan HAM; Keempat, masih terbatasnya sarjana maupun peneliti yang fokus membicarakan pandangan Islam atas Hubungan Internasional dari kerangka studi Hubungan Internasional itu sendiri.

Keempat faktor inilah yang membuat saya ingin fokus membedah hubungan internasional dari sudut pandang Islam. Namun ada dua kendala utama, yaitu keterbatasan literatur dan rekan-rekan yang berminat serius membahas wacana ini. Alhasil, upaya-upaya yang dilakukan selama ini bersifat otodidak dan relatif subjektif.

Alhamdulillah, kelahiran Insiera tahun 2016 membuka peluang besar bagi pembahasan Islam dan Hubungan Internasional secara lebih intensif dan komprehensif. Harapannya adalah kemunculan Islam dalam mewarnai khazanah pemikiran Hubungan Internasional itu sendiri.

Nilai tambah lain yang didapat dari Insiera adalah motivasi rekan-rekan yang tidak hanya bertujuan untuk memahami Islam dan Hubungan Internasional, tetapi juga untuk berdakwah. Selain itu, keberadaan Insiera diharapkan akan berkontribusi aktif dalam membangun kembali pemikiran dan peradaban Islam di ranah internasional guna mewujudkan ‘Izzul Islam wal Muslimin.

Rizky Hikmawan, S.IP., M.Si.

Staf Edukatif Prodi Hubungan Internasional, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Keberadaan Insiera bukan sekedar sebagai counter terhadap metodologi sekular yang sangat dominan dalam studi Hubungan Internasional. Namun yang lebih asasi, Insiera adalah bagian dari sarana amar makruf nahi munkar yang memang harus diemban oleh ilmuwan HI Muslim Indonesia. Insiera diharapkan dapat menunjukkan bagaimana Islam dapat berkontribusi positif dalam menyelesaikan problematika politik global saat ini. Sukses selalu buat Insiera, semoga tetap istiqomah di jalan-Nya. Hasbi Aswar, S.IP., M.A.

Staf Edukatif Prodi Hubungan Internasional, Universitas Islam Indonesia

Terus semangat Insiera! Terus istiqomah dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan Islam!

Dr. Surwandono, M.Si.

Ketua Program Magister Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta